review-film-promise

Review Film Promise

Review Film Promise. Film Promise yang dirilis pada 2017 kembali menjadi perbincangan di awal 2026. Drama romantis ini sering ditayangkan ulang di platform digital, membangkitkan nostalgia tentang janji masa kecil yang mengubah hidup. Disutradarai Asep Kusdinar, karya ini menampilkan Dimas Anggara dalam peran berbeda setelah serial romansa sebelumnya. Saat pertama rilis, film ini mendapat respons beragam tapi tetap menarik perhatian penggemar genre cinta rumit dengan latar Yogyakarta dan Milan. Kini, kisah Rahman dan janji tak terduga masih menyentuh, terutama bagi yang suka romansa dewasa penuh twist. INFO VOLI

Plot dan Karakter Utama: Review Film Promise

Cerita dimulai dari masa kecil Rahman, pemuda lugu dari Yogyakarta anak pemuka agama, yang bersahabat karib dengan Aji, playboy berlawanan sifat. Aji mencoba mengubah Rahman, tapi malah memicu peristiwa drastis yang memisahkan mereka. Bertahun-tahun kemudian, Rahman kuliah di Milan, bertemu Moza yang diam-diam menyukainya. Tak disangka, ia reuni dengan Aji yang kini sukses, bersama tunangan bernama Kanya—gadis blasteran yang ternyata terhubung janji masa kecil Rahman.

Dimas Anggara memerankan Rahman dengan nuansa polos tapi kompleks, Boy William sebagai Aji energik dan usil, Mikha Tambayong sebagai Moza hangat, serta Amanda Rawles sebagai Kanya eksotis dan misterius. Karakter pendukung seperti orang tua Rahman menambah kedalaman keluarga. Chemistry antar pemain terasa alami, terutama saat rahasia terungkap, membuat penonton ikut penasaran dengan alur non-linier.

Elemen Visual dan Narasi: Review Film Promise

Promise menonjol dengan latar ganda Yogyakarta yang kental budaya dan Milan yang eksotis, memberikan kontras antara kesederhanaan kampung dan kehidupan modern. Alur maju-mundur jadi kekuatan utama, membangun misteri janji masa kecil yang perlahan terkuak. Tema janji, perubahan diri, serta cinta tak terduga dieksplor dengan dialog puitis meski kadang berlebih.

Sinematografi indah menangkap suasana Jogja dan Italia, diperkuat soundtrack menyentuh yang mendukung emosi bittersweet. Pendekatan ini membuat cerita terasa segar dibanding romansa remaja biasa, meski tempo kadang lambat untuk bangun suspense.

Kelebihan dan Kritik

Film ini dipuji karena visual memukau, performa Dimas Anggara dan Amanda Rawles yang segar, serta twist janji yang bikin penasaran. Banyak penonton menikmati pesan tentang menepati kata meski susah, plus humor ringan dari Aji. Alur non-linier sukses jaga mood hingga akhir manis.

Di sisi lain, kritik menyebut narasi agak berantakan karena lompat waktu berlebih, dialog puitis kadang kaku, serta konflik terasa dipaksakan. Beberapa detail seperti logat atau konsistensi karakter kurang rapi, membuat sebagian penonton kecewa dengan potensi yang tak maksimal. Meski begitu, kekurangan ini tak hilangkan kesan sebagai romansa unik.

Kesimpulan

Promise tetap jadi romansa Indonesia yang memorable dengan tema janji abadi di awal 2026 ini. Kisah Rahman dan Kanya mengingatkan bahwa kata masa kecil bisa ubah hidup, penuh lika-liku tapi berujung harapan. Dengan visual indah, akting solid, dan twist mengena, film ini layak ditonton ulang untuk merasakan kembali kehangatan cinta rumit. Secara keseluruhan, ini adalah karya manis yang berhasil campur misteri dan romansa, cocok bagi yang suka cerita dewasa tentang takdir dan penebusan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *