Percy Jackson and the Olympians

Review Film Bioskop Tentang Percy Jackson and the Olympians

Review Film Bioskop Tentang Percy Jackson and the Olympians. Desember 2025 menjadi momen spesial bagi penggemar mitologi Yunani modern, saat season 2 “Percy Jackson and the Olympians” tayang perdana pada 10 Desember di Disney+ dan Hulu, dengan dua episode pertama langsung tersedia. Adaptasi novel Rick Riordan ini, yang mengikuti petualangan demigod Percy Jackson (Walker Scobell), Annabeth Chase (Leah Sava Jeffries), dan Grover (Aryan Simhadri), kembali dengan cerita “The Sea of Monsters”—quest mencari Golden Fleece untuk selamatkan Camp Half-Blood. Setelah season 1 sukses fidel ke buku dan perbaiki kesalahan review film lama, season 2 ini lebih gelap, penuh aksi laut, dan tambah karakter baru seperti Tyson si cyclops. Dengan episode baru setiap Rabu, series ini langsung jadi trending, bukti adaptasi yang dinanti fans. Review ini bahas kekuatan serta nuansa barunya sebagai tontonan liburan.

Sinopsis dan Perkembangan Cerita Season 2 Film Percy Jackson and the Olympians

Season 2 lanjut satu tahun setelah Percy kembalikan petir Zeus, tapi Camp Half-Blood dalam bahaya: pohon Thalia diracuni, batas pelindung lemah, dan monster menyerang. Percy temukan saudara tiri cyclops Tyson (Daniel Diemer), lalu gabung Annabeth dan Clarisse (Dior Goodjohn) ke Sea of Monsters—Bermuda Triangle versi mitologi—untuk ambil Golden Fleece yang bisa sembuhkan segalanya.

Ada tambahan flashback backstory Annabeth, Thalia, dan Luke, bikin cerita lebih dalam soal pengkhianatan dan keluarga. Konflik dengan Luke Castellan (Charlie Bushnell) dan ancaman Kronos makin tegang, campur humor khas Percy dan aksi seperti naik kapal hantu Princess Andromeda. Delapan episode ini padat, dengan klimaks di pulau Polyphemus, tawarkan petualangan lebih epik daripada season 1 sambil jaga esensi buku.

Kekuatan Casting dan Visual yang Memukau

Walker Scobell semakin nyaman sebagai Percy—sarcastic, pintar, tapi rentan—dengan chemistry kuat bareng Leah Sava Jeffries dan Aryan Simhadri. Penambahan Daniel Diemer sebagai Tyson bawa kehangatan emosional, sementara Dior Goodjohn curi scene sebagai Clarisse yang tough. Cameo dewa seperti Athena (Andra Day) dan Zeus baru tambah aura mistis.

Visualnya upgrade: efek praktikal campur CGI bikin monster laut dan Sea of Monsters terasa nyata, dari Hydra hingga kapal zombie. Soundtrack dan set Camp Half-Blood yang lebih detail ciptakan imersi total. Series ini fidel banget ke buku, dengan Rick Riordan terlibat langsung, bikin fans puas setelah kekecewaan film 2010-an.

Penerimaan dan Relevansi Saat Ini Tentang Film Percy Jackson and the Olympians

Respons awal positif: banyak puji sebagai adaptasi impian, lebih gelap dan compelling daripada season 1, dengan rating tinggi dari fans buku. Kritik minor soal pacing lambat di awal, tapi overall, ini jadi salah satu series Disney+ terbaik 2025. Di tengah liburan, cocok ditonton keluarga—campur aksi, humor, dan pelajaran soal persahabatan serta identitas.

Dengan season 3 sudah diumumkan adaptasi “The Titan’s Curse”, Percy Jackson bukti franchise abadi. Streaming mingguan bikin diskusi fans ramai, dari TikTok challenge hingga teori Kronos.

Kesimpulan

“Percy Jackson and the Olympians” season 2 adalah evolusi sempurna: lebih matang, visual memukau, dan setia pada sumbernya. Dari quest Sea of Monsters hingga dinamika karakter baru, series ini hibur sekaligus sentuh hati, cocok untuk fans lama maupun penonton baru. Di Desember 2025, saat episode baru rilis rutin, ini tontonan wajib di Disney+—bukti mitologi Yunani masih relevan di era modern. Siapkan popcorn, dan ikuti Percy selamatkan dunia lagi.

Baca Selengkapnya Hanya di…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *